MembuatBump dan displacemen maps merupakan hal yang penting bagi seorang desainer. karena tidak mungkin bagi kita untuk mencari bentuk lain dari tekstur yang sudah ada. maka dari itu tutorial cara membuat bump dan displacement maps di photoshop ini tidak boleh sobat lewatkan. apalagi kalau sobat menggunakan aplikasi 3d seperti sketchup, 3dmax dan autocad. dalam membuat material vray nya pasti Selanjutnyaklik bagian "Advance System Setting". 4. Setelah masuk "Advance System Setting", lalu klik bagian "Setting" pada label Performance. Setelah masuk, klik bagian "Data Execution Prevention". 5. Cara terakhir kita akan memperbaiki aplikasi yang Stopped Working tersebut. Klik " Turn On Dep" dan klik "Add". CaraMengembalikan File yang Terhapus: Piriform Recuva. Salah satu kelebihan Piriform Recuva yang kami snangi adalah bentuknya yang sederhana dengan graphic user interface yang amat mudah untuk dipahami, serta tombol-tombol yang juga mudah dijalankan. Hal ini tentunya akan memudahkan pengguna pemula. Pertama kali menjalankan aplikasi ini, Anda pertamatama seperti biasa bukalah file autocad anda, kemudian tekan (CTRL + P) Lalu klik plot style edit, seperti yang saya beri panah diatas, akan muncul plot style tabel editor. bisa anda lihat pada Plot Style terdapat color number dari 1-255 dan itu yang akan kita atur menjadi warna black, langkah pertama : klik color1 kemudian anda scroll Untukmengatasi Sketchup not Responding caranya sebagai berikut. Cara Mengatasi Sketchup Not Responding. Pertama close terlebih dahulu program Sketchup anda yang gunakan; Setelah itu masuk ke menu Run windows lalu ketikan perintah Prefetch; Selanjutnya hapus semua file yanga ada didalam folder tersebut, jika tidak bisa dihapus cukup diskip saja. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cáș§n Cmnd Nợ Xáș„u. Pengenalan Autocad dan Sketchup merupakan dua software yang sering digunakan oleh para arsitek dan desainer. Autocad digunakan untuk membuat gambar teknis dalam bentuk 2D maupun 3D sedangkan Sketchup digunakan untuk membuat model 3D yang lebih mudah dan cepat. Kedua software ini memiliki format file yang berbeda. Autocad menggunakan format file dwg sedangkan Sketchup menggunakan format file skp. Oleh karena itu, jika ingin menggunakan file Autocad di Sketchup, perlu dilakukan beberapa langkah tertentu. Langkah-langkah Memasukkan File Autocad ke Sketchup Langkah 1 Membuat File Autocad yang Siap Dikonversi Sebelum memasukkan file Autocad ke Sketchup, pastikan file tersebut sudah siap untuk dikonversi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membersihkan file Autocad dari elemen yang tidak diperlukan dan memastikan skala gambar sudah benar. Langkah 2 Mengonversi File Autocad ke Format DWG Langkah selanjutnya adalah mengonversi file Autocad ke format DWG. Caranya adalah dengan membuka file Autocad dan menyimpannya dalam format DWG. Pastikan juga untuk memilih versi DWG yang sesuai dengan versi Sketchup yang digunakan. Langkah 3 Membuka File DWG di Sketchup Setelah file Autocad berhasil dikonversi ke format DWG, langkah selanjutnya adalah membuka file tersebut di Sketchup. Caranya adalah dengan membuka Sketchup dan memilih File > Import. Pilih file DWG yang sudah dikonversi sebelumnya dan klik Open. Langkah 4 Menyesuaikan Skala dan Ukuran Objek Setelah file DWG berhasil diimpor ke Sketchup, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan skala dan ukuran objek. Caranya adalah dengan menggunakan alat Scale di Sketchup. Pastikan skala yang dipilih sudah sesuai dengan skala gambar asli di Autocad. Langkah 5 Menyimpan File Sketchup Setelah semua objek dan skala sudah disesuaikan, langkah terakhir adalah menyimpan file Sketchup. Caranya adalah dengan memilih File > Save As dan memilih format file skp. Beri nama file yang sesuai dan klik Save. Kesimpulan Memasukkan file Autocad ke Sketchup memang memerlukan beberapa langkah tambahan, namun dengan mengikuti langkah-langkah di atas, proses tersebut dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Dengan menggunakan kedua software ini, para arsitek dan desainer dapat dengan mudah membuat model 3D yang akurat dan sesuai dengan kebutuhan. menu File > Import akan muncul kotak dialog impor 2. Dibagian Files of type ganti menjadi AutoCAD 2. Files *.dwg, *.dxf 3. Pilih file yang diinginkan pada folder penyimpanan 4. Klik Options akan muncul kotak dialog Import Autocad DWG/DXF Options atur scale pilih sesuai unit yang Anda inginkan. Saya biasa menggunakan centimeters kemudian klik OK 5. Tunggu beberapa detik akan muncul kotak dialog Import Progress.. lama loading ini tergantung pada besar kecilnya ukuran file yang di import kemudian akan muncul kotak dialog Import Result klik Close 6. Sampai tahap ini proses import file cad ke skecthup sudah selesai, tetapi anda belum bisa memPush gambar ini, supaya bisa memPush gambar yang sudah terimport ini , anda harus menarik garis ulang bisa pakai Line, Rectangle untuk bentuk kotak dan lainnya. Baru bisa di PUSH. Permaslahan yang sering muncul 1. Tidak ada pilihan AutoCAD 2. Files *.dwg, *.dxf pada kotak Files of type langkah 1. Hal ini bisa terjadi karena anda menggunakan SketchUp versi free, solusinya adalah anda harus menginstall SketchUp Pro. 2. Skala gambar hasil import ke Sketchup tidak sesuai seperti di Autocad, ini terjadi karena anda lupa mengubah Scale pada options langkah 4. Default unit pada saat pertama kali kita mengimpor adalah inches, sehingga menjadi tidak sesuai jika gambar Cad yang anda buat menggunakan skala metric. Solusinya adalah dengan mengimpor ulang dan pebaiki Option Scale tersebut 3. Bila terdapat object-object yang tidak di inginkan masuk ke dalam SketchUp, anda dapat meremove object tersebut dengan double klik pada komponen hasil impor tsb atau bisa juga dengan cara klik kanan pada object hasil import, kemudian baru memiih object-object yang tidak dibutuhkan untuk dihapus. 4. Jika terjadi kegagalan pada proses loading import, itu bisa terjadi karena file Cad terlalu besar sedangkan spesifikasi komputer/laptop minim. Solusinya adalah dengan mengUpgrade RAM laptop minimal 4GB. Jika hal ini masih saja terjadi, saran saya anda harus membeli laptop baru dengan spesifikasi tinggi. Demikianlah trik kali ini, jika ada yang ingin ditanyakan silahkan berkomentar dibawah ini dan jika ada yang ingin ditanyakan secara pribadi silahkan hubungi saya melalui tab menu Contact Me diatas. Terima kasih dan sampai jumpa di trik-trik iQbal selanjutnya. Sebelum import denah dari AutoCad ke SketchUp, kita harus pastikan dulu bahwa kita menggunakan SketchUp versi Pro, karena hanya versi Pro saja yang menyediakan fasilitas import file .Dwg. 1. Pertama-tama siapkan denah rumah atau bangunan lain yang ingin diolah menjadi 3D di tutorial ini saya menggunakan denah rumah seperti gambar dibawah ini. 2. Siapkanlah hanya gambar denah saja agar tidak terlalu banyak object yang ikut ter-import ke SketchUp. Pastikan juga garis yang kamu pakai di AutoCad bukanlah berupa garis multiline. Jika kamu memakai garis multiline, harus di Explode dulu. 3. Buka program SketchUp. 4. Sebelum melakukan Import file AutoCad, tentukan dahulu satuan gambar yang akan anda pakai Klik Window > Model info 5. Perhatikan pada Files of Type cari AutoCAD *.dwg, *.dwf 6. Klik Options...Pilih satuan Units sesuai dengan satuan dimensi yang anda pakai pada gambar AutoCad. 7. Klik Open. 8. Disini, anda sudah bisa membuat bidang objek 3D melalui denah yang telah di-Import. Misalnya Dinding, Lantai, Pintu, Jendela, sampai Atap. Semoga Bermanfaat. Unduh PDF Unduh PDF AutoCAD adalah perangkat lunak komputer yang memungkinkan orang untuk membuat gambar 2 dan 3 dimensi secara presisi yang digunakan di dalam konstruksi dan manufaktur. Anda bisa menggunakan komputer Mac atau Windows untuk menjalankan AutoCAD versi terbaru. Para pengguna AutoCAD bisa membuat gambar berskala untuk membuat peralatan, merancang proyek infrastruktur, mendesain sirkuit listrik, serta membangun rumah dan struktur bangunan yang lain. Apabila Anda belum terlalu mengenal AutoCAD, baca artikel wikiHow ini untuk mempelajari cara kerjanya dan membiasakan diri dengan berbagai fungsi dan fitur dasarnya. 1Jalankan AutoCAD. Aplikasi ini bisa ditemukan di dalam menu Windows atau folder Applications pada Mac. Jika belum memasang AutoCAD, unduh dan pasang aplikasinya dengan mengunjungi 2 Telusuri layar Start. Ketika menjalankan AutoCAD, terdapat 2 tab di bagian bawah yaitu LEARN dan CREATE ini adalah tab default. Jika mengeklik tab LEARN, layar akan menampilkan video tutorial untuk memulai proyek pembuatan gambar. Jika mengeklik tab CREATE, Anda akan menjumpai beberapa area ini Di bagian "Get Started" di sisi kiri, Anda bisa membuat proyek baru dengan memilih Start Drawing, membuka proyek yang sudah ada dengan memilih Open Files, atau mengeklik menu Template untuk membuat proyek dari templat.[1] Apabila ada dokumen AutoCAD yang baru dikerjakan, dokumen tersebut akan ditampilkan di bagian Recent Documents di bagian tengah layar. Jika tersedia pembaruan, Anda bisa melihatnya di area Notifications di pojok kanan atas layar. Anda juga bisa masuk sign in ke dalam akun A360 dengan mengeklik Sign In di pojok kanan bawah. 3 Klik Start Drawing atau buka berkas yang sudah ada. Apabila Anda ingin membuat proyek baru dari suatu templat, pilih templat yang diinginkan.[2] Jika opsi yang Anda inginkan tidak muncul, klik File, lalu pilih New untuk membuat proyek baru. 4 Biasakan diri dengan tata letak ruang kerjanya. Setelah membuka layar pembuatan gambar, biasakan diri Anda dengan lokasi tiap-tiap menu dan alat Area menggambar merupakan bagian dari ruang kerja yang memiliki latar belakang berkisi-kisi. Terdapat 2 tab di pojok kiri atas area ini satu tab untuk gambar pada saat ini dengan judul semacam "Drawing1" dan seterusnya, dan yang lain adalah tab untuk kembali ke layar Start. Apabila Anda membuka beberapa gambar sekaligus, tiap-tiap gambar akan mempunyai tab sendiri di atas area menggambar. Sumbu Y ditampilkan dalam warna hijau pada sisi kiri area menggambar, sedangkan sumbu X berbentuk garis merah di sepanjang bagian bawah. Viewcube adalah kotak yang di sekitarnya terdapat kompas penunjuk arah. Ini bisa digunakan untuk mengatur perspektif ketika Anda membuat gambar 3D. Bilah alat pita ribbon toolbar yang berada di bagian atas area menggambar berisi berbagai macam alat yang ditempatkan dalam serangkaian tab Home, Insert, Annotate, dan sebagainya. Klik tab View di bagian atas jika ingin menampilkan dan menyembunyikan alat dan fitur pada ruang kerja. Area "Type a command" terdapat di bagian bawah, yang digunakan untuk mengetikkan perintah dan menjalankan fungsi alat jika Anda sudah menguasai program ini.[3] 5 Klik tab Home yang berada di kiri atas layar AutoCAD. Alat menggambar ditempatkan di area "Draw" yang terdapat di bagian kiri bilah alat pita. Arahkan tetikus mouse ke salah satu alat untuk menampilkan informasi lebih lanjut mengenai fungsi alat tersebut, dan petunjuk untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut tentang cara menggunakannya. Ketika menggambar dengan suatu alat, di dekat kursor akan ditampilkan pengukuran yang berguna, misalnya ukuran panjang dan sudut. 6Setel format pengukuran default. Jika Anda ingin mengubah tampilan panjang, skala, atau pengukuran sudut, tik perintah units di command prompt dan tekan Enter atau Return untuk membuka panel Drawing Units. Sebagai contoh, jika pengukurannya ditampilkan dalam mikron, sedangkan Anda memerlukan pengukuran dalam meter, Anda bisa mengubahnya di sini setiap saat. Iklan 1 Buatlah garis dengan mengeklik alat Line atau Polyline. Kedua alat ini berada di pojok kiri atas. Line digunakan untuk menggambar segmen garis individu, dan Polyline digunakan untuk membuat sebuah objek dari serangkaian segmen garis.[4] Lakukan langkah-langkah ini untuk membuat garis Klik tetikus di titik yang ingin dijadikan awal segmen garis. Gerakkan tetikus ke tempat yang ingin digunakan sebagai akhir segmen, lalu klik tetikus pada titik akhir garis. Jika menggunakan alat Line, tindakan ini akan menyelesaikan pembuatan segmen/garis yang Anda buat. Jika menggunakan Polyline, gerakkan tetikus lagi dan klik untuk melanjutkan pembuatan segmen. Jika telah selesai, hentikan proses menggambar dengan menekan tombol Esc. Apabila Anda perlu menggunakan pengukuran yang tepat pada segmen yang dibuat ini berlaku pada alat apa saja, tik pengukuran yang diinginkan di kotak yang berada di dekat kursor, alih-alih mengeklik titik segmen terakhir. Ketika menekan tombol Enter atau Return, titik akhirnya akan ditempatkan pada jarak yang telah Anda tikkan. 2 Buatlah lingkaran dengan mengeklik alat Circle. Alat ini terletak di samping kanan Polyline yang terdapat di dalam bilah alat. Buatlah lingkaran menggunakan langkah-langkah ini Klik suatu titik di area menggambar yang akan digunakan sebagai pusat lingkaran. Geser tetikus ke arah luar, lalu klik untuk memilih radius. 3 Buatlah garis melengkung dengan mengeklik alat Arc. Alat ini berada di samping kanan Circle di dalam bilah alat. Buatlah garis melengkung dengan melakukan langkah-langkah ini Klik tetikus pada titik awal. Gerakkan tetikus lalu klik di tempat yang ingin digunakan untuk mengakhiri segmen. Gerakkan tetikus ke arah kurva yang diinginkan, lalu klik tetikus untuk melengkungkan garisnya. 4Buatlah persegi panjang dengan mengeklik alat Rectangle. Penggunaan alat Rectangle cukup mudah, klik pada titik awal yang akan dijadikan salah satu sudut dari persegi panjang, kemudian seret tetikus hingga Anda mendapatkan ukuran persegi panjang yang diinginkan. Klik tetikus untuk menempatkan persegi panjang. 5 Klik alat Polygon untuk membuat gambar dengan banyak sisi. Cara melakukannya Gerakkan kursor ke area menggambar—Anda akan menjumpai kotak dengan tulisan "Enter the number of sides". Masukkan angka ukuran yang diinginkan, lalu tekan tombol Return atau Enter. Klik lokasi untuk dijadikan titik tengah gambar. Gerakkan tetikus hingga gambarnya mencapai ukuran yang diinginkan, lalu klik tetikus untuk menempatkan gambar. 6 Buatlah bentuk oval dengan mengeklik alat Elipse. Anda harus menempatkan 3 titik untuk membuat elips. Cara melakukannya Klik titik tengah yang Anda inginkan. Gerakkan tetikus hingga mencapai ukuran yang Anda inginkan, lalu klik titik kedua. Gerakkan tetikus untuk membentuk elips, kemudian klik untuk menempatkan gambarnya. 7Isilah suatu bentuk gambar dengan pola menggunakan alat Hatch. Alat ini berbentuk kotak yang terdapat di sudut kanan bawah panel Draw yang berada di dalam bilah alat. Klik alatnya, kemudian klik suatu bentuk gambar untuk diisi. Anda bisa memilih isian dalam bentuk pola atau solid yang ditampilkan di dalam panel "Pattern" yang muncul di dalam bilah alat ketika Hatch diaktifkan. 8 Sunting suatu bentuk menggunakan alat yang ada di dalam panel "Modify". Apabila Anda hanya mengeklik suatu garis atau bentuk tanpa memilih alat terlebih dahulu, titik jangkar anchor point akan ditampilkan. Titik jangkar ini bisa diseret untuk mengubah suatu bentuk jika mau. Terdapat banyak modifikasi yang bisa dilakukan Klik Move untuk memindahkan bentuk atau garis. Setelah mengeklik alat, klik objek yang ingin dipindahkan, kemudian seret ke tempat yang diinginkan. Anda bisa memilih banyak objek sekaligus untuk dipindahkan dalam bentuk kelompok. Klik Rotate, lalu klik suatu bentuk untuk diputar searah dengan jarum jam atau sebaliknya. Gunakan alat Mirror untuk membalik gambar. Klik Scale, lalu klik suatu bentuk untuk diubah ukurannya. Carilah artikel di wikiHow mengenai cara mengatur skala gambar pada AutoCad jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut mengenai penyekalaan. Pilih Stretch untuk mengubah ukuran gambar dengan meregangkannya, bukan dengan alat skala. Pilih salah satu alat Array Rectangular Array, Polar Array, atau Path Array untuk menggandakan melakukan array objek yang dipilih. Alat Trim bisa digunakan untuk memotong segmen atau sisi suatu objek yang menimpa batas objek lain, yang mengubahnya menjadi satu objek tunggal. Gunakan Fillet dan Chamfer untuk membuat sudut melengkung dan tajam dengan menyilang 2 sisi yang dipilih. 9 Tambahkan teks dan tabel dengan mengeklik tab Annotate. Tab ini terdapat di samping tab "Insert" di bagian atas. Ini bisa digunakan untuk membuat kotak teks, menambahkan tabel berisi beberapa baris dan/atau kolom, dan sebagainya. Jika ingin beralih di antara jenis teks, pilih Single Line atau Multi Line yang berada di kiri atas bilah alat pita. Semua teks yang ditambahkan juga berfungsi sebagai objek tunggal yang bisa dipindahkan. Terdapat panel "Dimensions" di dalam tab ini yang bisa digunakan untuk memberi keterangan terhadap dimensi dari suatu garis atau bentuk. 10 Buatlah objek 3D. Anda bisa menggunakan 2 cara untuk beralih ke tampilan 3D. Yang pertama, seret Viewcube yang terdapat di pojok kanan atas area menggambar ke arah mana saja. Cara kedua, klik ikon Orbit yang terdapat di panel kanan ikonnya berbentuk lingkaran yang di dalamnya terdapat panah mengarah ke atas. Klik tab 3D Tools di bagian atas untuk membuka alat penyuntingan desain 3D. Apabila tab ini tidak ada, klik kanan tempat kosong di sebelah tab terakhir di atas bilah alat pita, buka Show tabs, lalu pilih 3D Tools. Klik tanda panah mengarah ke bawah yang berada di bawah "Box" di dalam panel "Modelling" pada tampilan bilah alat, lalu pilih objek 3D yang ingin dibuat misalnya Cone [kerucut], Sphere [bola], atau Pyramid [piramida]. Cara menggambarnya sama seperti ketika Anda membuat gambar 2D biasa, tetapi akan ada sumbu lain garis berwarna biru yang harus ditangani. Bentuknya akan ditampilkan sebagai gambar garis 3D, bukan dalam bentuk volume. Anda bisa mengubahnya dengan mengeklik 2D Wireframe yang berada di sudut kiri atas area menggambar, lalu memilih tampilan lain, misalnya Realistic, Shaded, atau X-ray. Jika ingin mengubah objek 2D ke objek 3D, gunakan alat Extrude untuk menambah kedalaman, dan/atau alat Revolve untuk memutar objek di sekitar suatu sumbu.[5] Anda bisa memodifikasi objek 3D seperti objek 2D. Caranya adalah dengan mengeklik suatu objek untuk memunculkan node titik sambungan yang menghubungkan garis/gambar berwarna biru yang bisa diseret, kemudian menggerakkannya ke tempat yang diinginkan. Panel "Solid Editing" dan "Surfaces" berisi alat penyuntingan tingkat lanjut untuk membuat dan menyunting objek yang rumit. 11 Tempatkan gambar di lapisan layer lain. Ketika membuat gambar yang rumit, sebaiknya Anda menempatkan setiap bagian ke lapisan yang berbeda, yang bisa disunting, disembunyikan, dilihat, dan diatur ulang.[6] Berikut ini merupakan beberapa hal dasar yang perlu Anda ketahui untuk membuat lapisan Pada tab Home, klik ikon Layer Properties di dalam panel "Layers" untuk memunculkan panel Layer Properties. Ini akan memunculkan semua lapisan dan apa yang bisa dilakukan terhadap lapisan tersebut. Klik ikon 3 lembar kertas yang di sisi kirinya terdapat lingkaran merah dan kuning ini adalah ikon pertama di bagian atas panel Layer Properties untuk membuat dan menamai lapisan baru. Sekarang Anda memiliki 2 lapisan di dalam panel. Pilih suatu lapisan dengan mengekliknya 2 kali. Lapisan yang memiliki tanda centang adalah lapisan yang ditampilkan saat ini. Sembunyikan atau tampilkan lapisan dengan mengeklik bola lampu yang ada di lapisan tersebut. Jika Anda menangani berkas yang sangat besar, gunakan ikon berbentuk matahari untuk membekukan lapisan, bukan dengan menyembunyikannya. Gunakan ikon berbentuk gembok untuk mencegah lapisan tersunting secara tidak sengaja. Ini akan mengunci lapisan tersebut. 12 Simpan gambar yang Anda buat. Simpan hasil karya Anda dengan mengeklik menu A di sudut kiri atas, mengeklik Save As, dan memilih Drawing. Gambar Anda akan disimpan sebagai berkas DWG, yaitu format default untuk AutoCAD. Setelah menguasai dasar-dasar AutoCAD, sekarang cobalah membuat tangga berbentuk L atau piramida bertingkat. Jika sudah mahir menggunakan AutoCAD, Anda pasti bisa mengubah garis menjadi permukaan, dari permukaan menjadi gambar solid 3D, menambahkan representasi bahan yang realistis, serta memanipulasi cahaya dan bayangan. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda? COLLADA is an XML-based schema that enables you to transfer data among 3D digital content creation tools, such as SketchUp, Maya, 3ds Max, and Rhino. COLLADA files use the .dae file extension, which stands for digital asset exchange. In SketchUp, you can import and export COLLADA files pretty easily. Note SketchUp supports the COLLADA specification and schema. To learn more about COLLADA, visit Table of Contents Importing a COLLADA file Exporting a COLLADA file Importing a COLLADA file To import a COLLADA file into SketchUp, follow these steps Select File > Import. In the dialog box that appears, locate and select the .dae file that you want to import. If you don't see the file you're looking for, make sure the correct file type is selected from the drop-down list in the lower right. Click the Options button. The DAE Import Options dialog box appears. Optional By default, the Validate COLLADA File checkbox is selected, which prompts SketchUp to check that your file is a valid COLLADA file. If the file isn’t valid, SketchUp asks whether you still want to import the file. Note that an invalid COLLADA file can yield unexpected results. Deselect this option if you don’t want SketchUp to check the file’s validity. Optional By default, the Merge Coplanar Faces checkbox is selected, which tells SketchUp to automatically remove edges on coplanar faces that share the same material. This feature is helpful when importing 3D data from programs that use only triangular faces, which can be tedious to clean up by hand in SketchUp. Deselect this option to retain the triangular faces. Click OK in the DAE Import Options dialog box. Back in the main dialog box, click Open Microsoft Windows or Import Mac OS X, and SketchUp begins importing your COLLADA file. Tip If you can’t see the imported model, click the Zoom Extents tool so that the model fills the SketchUp drawing area. Tip You can also drag and drop importable files into the drawing area. After you drop the file, any relevant Import dialog box opens so you can select your desired options. Exporting a COLLADA file Before you export a 3D model from SketchUp to a COLLADA file, know that COLLADA doesn’t support all SketchUp features. If your SketchUp model includes the following elements, don’t expect to see them in your exported COLLADA file Coordinate lines Dimensions Guide lines and guide points Matched photos Material pushpin locations Rendering options Scenes Section planes Section cuts Shadows Text To export your SketchUp model to a COLLADA .dae file, follow these steps Select File > Export > 3D Model. The Export Model dialog box appears. Navigate to the location where you want to export your COLLADA file. From the Export Type drop-down list, select COLLADA File *.dae. Optional By default, SketchUp gives your COLLADA file the same name as your SketchUp model, but you can change the name by typing a new one in the File Name box. Optional Click the Options button to open the DAE Export Options dialog box. Select your options, which are explained in the following list, and click OK to return to the Export Model dialog box. Click the Export button, and your exported file is saved in the location you selected. Select File > Export > 3D Model. The export dialog box appears. Navigate to the location where you want to export your COLLADA file. From the Format drop-down list, select COLLADA File *.dae. Optional By default, SketchUp gives your COLLADA file the same name as your SketchUp model, but you can change the name by typing a new one in the Save As box. Optional Click the Options button to open the Export Options dialog box. Select your options, which are explained in the following list, and click OK to return to the export dialog box. Click the Export button, and your exported file is saved in the location you selected. When you export a COLLADA file, most of your options enable you to determine how geometry is exported, but you also have options for materials and credits. The following list explains each checkbox you find in the DAE Export Options dialog box Export Two-Sided Faces When this checkbox is enabled, faces are exported twice once for the front and once for the back. SketchUp welds the vertices of the front faces together and the vertices of the back faces together. This option doubles the number of polygons in the resulting .dae file and can slow down rendering. However, this option ensures that, in other COLLADA-compatible programs, your model appears more like it appears in SketchUp than it would otherwise. Both faces will always render, and materials applied to front and back faces are preserved. Export Edges When this option is selected, the exported file maintains the appearance of a SketchUp model with visible edges. Note that stand-alone edges are always exported. Triangulate All Faces When selected, this option breaks all surfaces into triangles instead of multisided faces. Use this option when you plan to use your COLLADA file with a program that supports only triangular faces. Export Only Selection Set If you select geometry before you begin the export process, you can select this checkbox to export only the geometry that’s currently selected in SketchUp’s drawing area. If you don’t select anything in your model or leave this option deselected, the whole SketchUp model is exported to your COLLADA file. Export Hidden Geometry If your SketchUp model contains hidden geometry, selecting this checkbox tells SketchUp to export that geometry. Preserve Component Hierarchies As explained in Organizing a Model, you can create hierarchies of groups and components. When you select this checkbox, the component hierarchies appear in the exported .dae file, too. When this option is deselected, the component hierarchy is flattened, and component instances become unique objects rather than instances of a single component. For details about component instances, see Adding Premade Components and Dynamic Components. Export Texture Maps When this option is selected, textures applied to your model are exported with your .dae file. Preserve Credits Select this option if you’ve added one or more credits to a model’s creator in the Model Info dialog box and you want to export those credits. This feature is especially handy if you want to share your exported file to the 3D Warehouse.

cara membuka file autocad di sketchup